Hai
semua, balik lagi sama gue Kintan mahasiswi tingkat dua jurusan Komunikasi
Pengembangan Masyarakat. Nah di tulisan ini gue berbagi cerita mengenai
pengalaman gue pas tingkat satu dan masih berlanjut sampai sekarang. Waktu
kemarin tingkat satu gue aktif di dua organisasi yang fokus kepada pembinaan
desa. Gue ikut salah satu program kerja dari himpunan
jurusan gue (HIMASIERA) dari divisi community
development, nama program kerja nya yaitu “ Himasiera Mengajar “ sasaran
dalam pengajaran ini adalah ibu-ibu yang berada di Desa Neglasari, Dramaga,
Jawa Barat. Kenapa sasaran dalam program kerja ini adalah ibu-ibu? Karena
tujuannya adalah untuk mengembangkan masyarakat, khususnya di Desa Neglasari.
Sebelum
lebih lanjut, latar belakang Desa Neglasari ini adalah desa yang masyarakat nya
(khususnya ibu-ibu) masih buta huruf. Belum terlalu bisa membaca, menulis
(menulis surat), dan lain-lain. Mengapa
bisa berkata seperti itu? Karena sebelumnya gue dan team lain telah observasi
ke desa ini, menanyakan apa sih yang diperlukan oleh warga setempat dan
hasilnya adalah ibu-ibu di desa ini masih banyak yang kurang paham atau lancar
dalam hal dasar seperti itu. Oke, jadi gue dan team sudah menemukan apa yang
diperlukan di desa tersebut.
Team
Himasiera Mengajar terdiri dari 12 orang yang seangkatan dan 2 orang merupakan
leader kami (angkatan atas) hihiw. Team
Himasiera Mengajar turun ke desa nya dua minggu sekali dan setiap kali turun
ada 6 orang yang turun terdiri dari 4 orang angkatan gue dan 2 orang leader
kami, heuheu. Perjalanan yang ditempuh untuk menuju kesana subhanaallah sangat
berlika-liku. Menaiki lembah, menaikki tanjakkan, dan sekeliling jurang itu
benar adanya guys :”) dan itu NYATA! Akses kesana memang seperti itu. Gue dan
team kesana dengan kendaraan motor soalnya kalau naik angkot takut pas
tanjakkannya, wkwk takut gak ketanjak sama mobil :( Sampai di Desa Neglasari adalah ashar dan
dimulai dengan shalat ashar berjamaah bersama team Himasiera Mengajar. Dan
sumpah yang bikin gue terharu adalah ibu-ibu maupun anak-anaknya pada antusias
banget, apalagi sebelum mulai materi pengajaran adalah senam sore dulu
bareng-bareng, cihuyyyy :D nah senam nya ini dilaksanakan di halaman warga,
sumber suara nya sangat minim banget cuman pake sound masjid dong :’) tapi pas minggu
ke 4 hanya mengandalkan speaker laptop saja karena sound masjid gak bisa.
Habis senam bersama kami langsung arahkan ibu-ibu untuk duduk tenang dan
siap belajar. Hari itu, jumlah ibu-ibu yang hadir ada 15 orang beserta
anak-anak kecil yang antusias juga. Materi pertama nya adalah pengenalan huruf
alphabet dan cara penulisan huruf kapital dan huruf kecilnya.
Seneng
banget pas lihat antusias para ibu di Desa Neglasari.. gak sia-sia sama
perjalanan nya guys. Tapi ada yang menyedihkan sih, pas lagi belajar itu kan
sore ya terus cuaca mendung, eh bener aja hujan deras. Ternyata halaman rumah
itu walaupun ada penghalang tetep aja kena bocor guys. Akhirnya belajar
mengajar hanya sekitar satu jam.. setelah itu team mereview apa yang telah
dipelajari lalu penutup. Karena hujan nya deras banget, gue dan team masih
neduh tuh sampai shalat magrib disana :”) karena itu hujan gak berenti-berenti
akhirnya kami menerobos hujan L
kebayang gak sih turunan tanjakkan ditambah licin karena hujan?? Wkwkkw
untungnya kami gak apa-apa J
SERU BANGET PARAAHHH!! Pengalaman dan pelajara banget sih buat gue,
seneng bangett :) oh
iya nih gue lampirin foto-foto kami pas lagi ngajar di Desa Neglasari, Dramaga,
Bogor. Cmiwww..
Gambar 2 dan 3 Himasiera Mengajar @ Desa Neglasari


Komentar
Posting Komentar